Artikel
Stimulus Moneter Lebih Potensial Dorong Ekonomi
JAKARTA, SELASA - Stimulus moneter dalam bentuk penurunan suku bunga acuan oleh BI lebih berpotensi mendorong perekonomian ketimbang stimulus fiskal. Efektivitas stimulus moneter kian meningkat jika perbankan lebih cepat menurunkan suku bunga kredit.
Usangnya teori moneter
Pemerintah, politisi, dan pengusaha tampaknya mulai gerah melihat penurunan suku bunga BI Rate tidak diikuti oleh turunnya suku bunga kredit bank. Wapres Jusuf Kalla, seperti diberitakan media, "terpaksa" menjanjikan penurunan suku bunga kredit, dengan bank pemerintah sebagai pelopor.
Stimulus fiskal, politis atau harapan?
Kebijakan stimulus fiskal bukanlah hal yang baru. Pada 1930-an, ketika terjadi depresi ekonomi, Keynes, ekonom Inggris, merekomendasikan agar negaranya melakukan stimulus fiskal untuk menanggulangi depresi ekonomi pada saat itu.
Pada saat depresi atau krisis ekonomi, mekanisme pasar tidak berjalan sebagaimana mestinya karena daya beli masyarakat yang rendah dan keengganan dunia usaha untuk berinvestasi.

