Email This Post
|
|
Kamis, 03/09/2009 10:25 WIB
Jakarta – Panitia Anggaran DPR meningkatkan target penerimaan negara di 2010 menjadi Rp 948,2 triliun, naik Rp 38,1 triliun dibandingkan target dalam RAPBN 2010 yang disampaikan Presiden dalam nota keuangan yang sebesar Rp 910,1 triliun.
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Azis kepada detikFinance , Kamis (3/9/2009).
“Hasil rapat internal panggar ini akan diajukan pada rapat kerja dengan pemerintah,” ujarnya.
Dari total penerimaan tersebut, Harry mengatakan penerimaan dalam negeri dari perpajakan yaitu penerimaan pajak dan bea cukai ditargetkan sebesar Rp 715,5 triliun, naik dibandingkan RAPBN 2010 yang sebesar Rp 702 triliun.
Karena itu, tax ratio di 2010 juga dinaikkan menjadi 12,2%, naik tipis dibandingkan target pemerintah yang sebesar 12,1%.
Penerimaan Perdagangan Internasional di 2010 juga naik menjadi Rp 27,2 triliun, naik dibanding RAPBN 2010 yang sebesar Rp 27,1 triliun.
Target PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) naik menjadi Rp 205,4 triliun, dibandingkan RAPBN 2010 yang sebesar Rp 180,9 triliun.
PNBP tersebut terdiri dari, penerimaan SDA Migas sebesar Rp120,5 triliun dari Rp 101,3 triliun pada RAPBN 2010. SDA nonmigas Rp11,5 triliun, naik dari Rp 10,2 triliun. Dividen BUMN naik jadi Rp 24 triliun, dari Rp 23 triliun. PNBP lain Rp 39,9 triliun, naik dari Rp 36,7 triliun. Pendapatan BLU Rp 9,5 triliun naik dari Rp 9,7 triliun, dan Hibah Rp 1,5 triliun, naik dari Rp 1,4 triliun.
“Panitia Anggaran juga sepakat untuk merubah beberapa asumsi makro untuk APBN 2010,” ujar Harry.
Dengan perubahan tersebut, maka asumsi makro di 2010 adalah:
- Pertumbuhan ekonomi 5.5%
- Inflasi 5%
- Nilai tukar rupiah Rp10.000/US$
- Suku Bunga SBI 3 bulan 6,5%
- Harga minyak US$ 65 per barel naik dari US$ 60 per barel pada RAPBN 2010
- Lifting minyak 965 ribu barel per hari
- PDB Rp 6.078 triliun, naik dari Rp 6.050 triliun pada RAPBN 2010
Sumber : detikFinance

